AKARTA – Menanggapi kasus yang menimpa salah satu anggota wakil rakyat beberapa waktu lalu, yakni menonton video panas dalam rapat, ditanggapi beragam oleh masayarakt dan para tokoh.

Salah satunya pendapat Zainun Ahmadi, anggota DPR RI dari Komis VIII. Menurutnya, apresiasi yang besar harus diberikan kepada pelaku yang langsung mengundurkan diri dan ini harus menjadi contoh baik untuk yang lain ketika terbukti bersalah disatu sisi.

“Patut ucap terimakasih kepada anggota dewan tersebut yang memberi pelajaran penting bagi bangsa, yakni rela mundur meninggalkan jabatannya” jelasnya

Menurut Ahmadi, disisi lain, masalah tindakan yang dilakukannya, yakni menonton “video panas” dalam ruang sidang bukanlah tindakan yang terpuji dan tidak patut ditiru dan ini menjadi persoalan bersama kususnya dunia pendidikan.

Tambahnya, pendidikan dalam pengertian luas, yakni pendidikan dirumah, sekolah dan lingkungan merupakan tempat yang sangat mempengaruhi pembentukan karakter seseorang, berakhlak baik atau tidak seseorang tergantung dari pendidikan. Jelas Zainun Ahmadi Anggota DPR RI Komisi VIII kepada pais.kemenag.go.id (12/4)

Menurutnya, pendidikan seharusnya menghasilkan generasi-generasi yang memilliki budi pekerti yang baik, berakhlak mulia. Karena Dari sanalah akan lahir para calon pemimpin, tapi fakta membuktikan jauh panggang dari api, saat ini pendidikan masih dalam tanda tanya. Tuturnya

Kata dia, Dunia pendidikan saat ini lebih mementingkan ilmu eksak
(matematika, kimia, fisika) dari pada ilmu agama. Agama disekolah menjadi nomor sekian dan bahkan dianggap bukan sesuatu yang penting.

“nilai agama disekolah yang rendah tidak menjadi masalah, tetapi jika matimatika yang rendah menjadi masalah besar” tandas politisi PDIP ini

Menurut Ahmadi, saat ini, dengan gempuran sains dan teknologi (internet) yang sangat besar seperti hentakan tsunami yang membuat kita tidak bisa lari meninggalkannya. Maka dari itu penanaman dan penguatan agama sebagai dasar dalam kehidupan harus dilakukan.

Dunia internet saat ini sudah masuk dalam kehidupan anak-anak yang notabene dalam masa ingin tahu. Maka jika tidak dibekali dengan dasar yang kuat si anak akan terjerumus dalam lubang hitam. Apalagi upaya untuk memblokir situs-situs porno oleh pemerintah sampai saat ini belum jelas hasilnya

“Pendidikan Agama Islam sangat penting sebagai penangkal dorongan-dorongan negative, apalagi untuk masa-masa anak SD yang selalu ingin tahu, maka jika tidak ada rambu-rambu agama akan bahaya apalagi pemblokiran situs porno oleh pemerintah tidak jelas” terangnya

Selain itu, saat ini hampir seluruh rumah, baik dikota maupun desa telah memiliki televisi yang hampir semuanya menyuguhkan tayangan-tayangan yang mengumbar aurat, kekerasan, dan keributan keluarga. Maka selain pendidikan agama disekolah, disinilah peran keluarga, yakni mendidikan anak dengan nilai-nilai luhur budaya dan agama

“selain internet, tayangan-tayangan televisi juga sanngat memberikan pengaruh besar dalam pembentukan akhlak anak” jelasnya (Die)

Sumber: http://pendis.kemenag.go.id/