BEKASI, DITPAIS – Profesi guru agama merupakan profesi yang sangat mulia, terhormat hal ini karena peran dan tugas yang dimiliki, yakni menciptakan generasi bangsa yang saleh baik individu maupun social menjadi tugasnya. Jelas sarfani, selaku pembicara dalam acar sosialisasi kegiatan ekstrakulikuler PAI dan penyelenggaraan tuntas baca tulis Al-Quran (TBTQ) tingkat nasional yang diadakan oleh Direktorat Pendidikan Agama Kemenag RI di Bekasi (19/5)

Oleh karena itu, katanya lagi, guru agama seharusnya menjadi guru yang dicintai oleh muridnya. Menjadi primadona muridnya bukan guru yang paling ditakuti siswa sehingga siswa tidak senang dengan pelajaran PAI. Paparnya yang juga menjabat sebagai Kasi Pembinaan keagamaan siswa pada SMA pada Direktorat PAIS, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI.

Selain itu, persoalan mata pelajaran PAI itu sendiri sesungguhnya masih menjadi masalah. Banyak dari orang tua murid, sekolah dan bahkan siswa itu sendiri yang menganggap PAI bukanlah pelajaran yang penting. Matematika, fisika dan B. Inggris lah mata pelajaran yang paling penting. Ditambah dengan wacana masuknya paham radikal ke dalam rohis membuat orang tua murid, siswa, alergi terhadap rohis. Ini adalah masalah yang harus kita selesaikan khusunya oleh para guru agama. Tandas pria yang saat ini sebagai kandidat S3 di salah satu perguruan tinggi di Bogor ini

Sambungnya,padahal PAI memiliki posisi dan peran yang sangat penting serta strategis dalam pembentukan iman takwa dan akhlak mulia.terangnya

katanya lagi, pemikiran yang kreatif, dan inovatif harus dimiliki seorang guru agama agar mampu memberikan solusi dalam upaya pengembangan PAI. Selain itu perlu juga diintegrasikan kegiatan intra dan ekstra sekolah dalam upaya tersebut. Terang alumnus S2 Univ. Islam Jakarta ini

Dalam upaya mengoptimalisasikan PAI di sekolah, Direktorat PAIS telah melakukan terobosan baru dalam upaya tersebut, diantaranya dengan mengoptimalkan ekskul PAI di sekolah.

Ekskul PAI merupakan wadah atau ruang yang sangat strategis dalam mengembangkan pembelajaran PAI pada sekolah. Terobosan ekskul PAI tersebut meliputi berbagai kegiatan diantaranya; pelaksanaan kegiatan PHBI, pelaksanaan Ibadah Ramadhan (Irama), dan sanlat. Paparnya.

Sumber: http://pendis.kemenag.go.id