SHALAT-SHALAT SUNNAH YANG DILAKSANAKAN MUNFARID

Shalat Sunat Rawatib

18. Apakah Shalat Sunat Rawatib itu?

  • Rawatib berasal dari kata rat’bah, yang artinya tetap, menyertai, atau terus menerus.
  • Shalat sunnah rawatib adalah shalat yang dilaksanakan menyertai atau mengiringi shalat fardu, baik sebelum maupun sesudahnya.

19. Bacakan dalil naqli Sunat Rawatib?

  • Sabda Nabi SAW:

مَنْ ثَابَرَ عَلَى ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنْ السُّنَّةِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ

Artinya: “Barangsiapa menjaga dalam mengerjakan shalat sunnah dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan rumah untuknya di surga, yaitu empat rakaat sebelum zhuhur, dua rakaat setelah zhuhur, dua rakaat setelah maghrib, dua rakaat setelah isya` dan dua rakaat sebelum subuh.” (HR. At-Tirmizi dan An-Nasai) 

 

20. Ditinjau dari segi hukumnya, shalat rawatib terbagi menjadi dua macam, sebutkan!

Shalat rawaātib mu`akkadah dan shalat rawatib gairu mu`akkad. 

21. Jelaskan apakah Shalat Sunat Rawatib mua’akad itu !

  • Shalat Sunat Rawatib Muakkad yaitu shalat sunah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan, karena selalu dikerjakan oleh Nabi Muhammad Saw.

Shalat Sunat Rawatib Muakkad terdiri dari :

  1. Dua rakaat sebelum shalat Zuhur.
  2. Dua rakaat sesudah Shola Zuhur.
  3. Dua rakaat sesudah shalat Magrib.
  4. Dua rakaat sesudah shalat Isya
  5. Dua rakaat sebelum shalat Subuh.

22. Apakah Shalat Sunat Rawatib ghoiru Muakkad itu, jelaskan!

  • Shalat Sunat Rawatib ghoiru Muakkad yaitu shalat sunah yang cukup dianjurkan untuk dilaksanakan, karena Nabi Muhammad Saw tidak selalu melaksanakannya.

Shalat sunat Rawatib ghairu Muakkad terdiri dari :

  1. Dua rakaat sebelum Shalat Zuhur (selain dua rakaat yang mu’akad)
  2. Dua rakaat sesudah Shalat Zuhur (selain dua rakaat yang mu’akad)
  3. Empat rakaat sebelum Shalat Ashar.
  4. Dua rakaat sebelum Shalat Magrib.
  5. Dua rakaat sebelum Shalat Isya.

23. Jika ditinjau dari segi pelaksanaannya, shalat rawātib ini terbagi menjadi dua macam, sebutkan!

  • Ditinjau dari segi pelaksanaannya shalat rawatib terdiri dari:
  1. qabliyyah (dikerjakan sebelum shalat fardu), dan
  2. ba’diyyah (dikerjakan setelah shalat fardu).

24. Jelaskan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan shalat sunah rawatib!

  • Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan shalat sunah rawatib sbb:

    • Tidak didahului azan dan iqomah.
    • Dilaksanakan secara munfarid (sendirian).
    • Bacaannya tidak dinyaringkan.
    • Jika lebih dari dua rakaat, maka setiap dua rakaan satu salam.
    • Sebaiknya tempat mengerjakan shalat rawatib pindah sedikit dari tempat mengerjakan shalat fardu.

25. Cermatilah cara melaksanakan Shalat Rawatib di bawah ini dan coba praktikkan bersama kelompokmu!

Cara melaksanakan Shalat Sunat Rawatib

Cara melaksanakan Shalat Rawatib baik sebelum mapun sesudahnya (qobliyah dan ba’diyah dikerjakan dua rakaat sama dengan shalat fardu baik gerakannya maupun bacaannya, tetapi yang berbeda hanyalah niatnya.

a. Diawali dengan niat menurut macam shalatnya.

Jika diucapkan maka lafal niatnya sbb:

  • Lafal Niat Shalat sunah rawatib qobliyah Subuh (sebelum shalat subuh)

 اُصَلِيْ سُنَّةً قَبْلِيَّةً الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰـهِ تَعَالَى

 artinya: “Sengaja aku shalat sunah sebelum Subuh dua rakaat karena Allah”

 

  • Lafal Niat Shalat sunah rawatib qobliyah Zuhur (sebelum shalat Zuhur)

 

اُصَلِيْ سُنَّةً قَبْلِيَّةً الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰـهِ تَعَالَى

      artinya: “ Sengaja aku shalat sunah sebelum zuhur dua rakaat karena Allah”

 

  • Lafal Niat Shalat sunah rawatib ba’diyah Zuhur (sesudah shalat Zuhur)

 

اُصَلِيْ سُنَّةً َبَعْدِـيَّةً الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰـهِ تَعَالَى

 artinya: “ Sengaja aku shalat sunah sesudah Zuhur dua rakaat karena Allah”

 

  • Lafal Niat Shalat sunah rawatib qobliyah Asar (sebelum shalat Asar)

اُصَلِيْ سُنَّةً قَبْلِيَّةً الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰـهِ تَعَالَى

artinya: “ Sengaja aku shalat sunah sebelum asar dua rakaat karena Allah”

  • Lafal Niat Shalat rawatib qobliyah Magrib (sebelum shalat Magrib)

اُصَلِيْ سُنَّةً قَبْلِيَّةً الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰـهِ تَعَالَى

 artinya: “ Sengaja aku shalat sunah sebelum Magrib dua rakaat karena Allah”

 

  • Lafal Niat Shalat sunah rawatib ba’diyah Magrib (sesudah shalat Magrib)

اُصَلِيْ سُنَّةً بَعْدِـيَّةً الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰـهِ تَعَالَى

 artinya: “ Sengaja aku shalat sunah sesudah Magrib dua rakaat karena Allah”

 

  • Lafal Niat Shalat rawatib qobliyah Isya’ (sebelum shalat Isya’)

اُصَلِيْ سُنَّةً قَبْلِيَّةً الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰـهِ تَعَالَى

  artinya: “Sengaja aku shalat sunah sebelum Isya’ dua rakaat karena Allah”

 

  • Lafal Niat Shalat rawatib ba’diyah Isya’ (sesudah shalat Isya’)

اُصَلِيْ سُنَّةً بَعْدِـيَّةً الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰـهِ تَعَالَى

 artinya: “ Sengaja aku shalat sunah sesudah Isya’ dua rakaat karena Allah”

b. Takbiratul ihram.

c. Membaca doa iftitah, membaca Ta’awudz, membaca surat al-Fatihah, membaca ayat dan seterusnya sampai salam sebagaimana cara shalat pada umumnya.

Shalat Tahiyyatul Masjid

 26. Apakah Shalat Tahiyyatul masjid itu?

  • Shalat tahiyyatul masjid adalah shalat sunnah yang dilaksanakan untuk menghormati masjid.
  • Shalat ini disunnahkan bagi setiap muslim ketika memasuki masjid, dikerjakan 2 rakaat sebelum duduk dengan tujuan menghormati (memuliakan) masjid.
  • Pada saat kita hendak masuk ke masjid, disunnahkan untuk mendahulukan kaki kanan seraya berdoa :

 

اَللَّهُمَّ اغْفِرْلِيْ ذُنُوبـِيْ وَافْتَحْ لِيْ اَبْوَبَ رَحْمَتِكَ

artinya: Ya Allah ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah pintu rahmat-Mu untukku.

27. Bacakan dalil naqli tentang Shalat Tahiyyatul masjid !

  • Nabi Saw bersabda:

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ

artinya:Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia shalat dua rakaat sebelum dia duduk.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

28. Diskusikan dengan kelompokmu cara melaksanakan shalat Tahiyatul Masjid, kemudian coba praktikkan dalam kelompok !

  • Cara melaksanakan shalat Tahiyatul Masjid

a. ‎Berniat dalam hati melakukan shalat Tahiyatul Masjid

Jika diucapkan bacaan niatnya adalah :‎

أُصَلِّي سُنَّةً تَحِيَّةَ الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰـهِ تَعَالَى

‎ artinya: Sengaja aku shalat tahiyat masjid dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

b. ‎Takbiratul ihram, membaca doa iftitah, surat al-Fatihah dan seterusnya sampai salam.

Shalat Istikharah

 29. Apakah Shalat Istikharah itu?

Shalat Istikharah artinya shalat sunnah dua rakaat dengan maksud memohon petunjuk  kepada Allah SWT dalam menentukan pilihan terbaik diantara dua pilihan atau lebih.

30. Kapankah waktu yang terbaik melaksanakan Shalat Istikharah?

Shalat Istikharah dapat dikerjakan pada waktu siang atau malam, namun waktu yang terbaik melaksanakan Shalat Istikharah adalah mulai pertengahan malam akhir, sebagaimana waktu shalat Tahajjud.

31. Bacakan dalil naqli Shalat Istikharah !

  • Nabi Saw bersabda:

عَنْ جَابِرٍ رضي الله عنه قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُعَلِّمُنَا الْاِسْتِخَارَةَ فِي الأُمُوْرِ كُلِّهَا كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّوْرَةَ مِنْ الْقُرْآنِ يَقُوْلُ إذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلْ

artinya: Rasulullah mengajarkan kami ber-istikharah dalam seluruh perkara sebagaimana beliau mengajar kami surat Al-Quran. Beliau bersabda, “Apabila kalian bermaksud sesuatu, maka shalatlah dua raka’at sunnah kemudian berdoalah…”  (HR. Bukhari)

32. Praktikkan Shalat Istikharah dengan mengikuti ketentuan berikut ini!

  • Cara Mengerjakan shalat Istikhrah

Rakaat Pertama

  1. Beniat dalam hati melakukan shalat Istikharah, jika diucapkan sebagai berikut:

أُصَلِّي سُنَّةَ اْلإِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰـهِ تَعَالَى

  artinya: Sengaja aku shalat sunah Istikharah dua rakaat karena Allah Ta’ala

  1. Takbiratul Ihram,
  2. Membaca doa iftitah,
  3. Mmbaca surah al-Fātihah,
  4. Membaca surah al-Kafirun, bacaan surah al-Kafirun boleh lebih dari satu kali, yakni tiga, tujuh, atau sepuluh kali.
  5. Rukuk
  6.  Iktidal
  7.  Sujud
  8. Duduk antara dua sujud
  9. Sujud kali kedua
  10. Berdiri untuk rakaat kedua

 

Rakaat Kedua

  1. Membaca surah al-Fatihah
  2. Membaca surah al-Ikhlas, bacaan surah al-Ikhlas boleh lebih dari satu kali, yakni tiga, tujuh, atau sepuluh kali.
  3. Rukuk
  4. Iktidal
  5. Sujud
  6. Duduk antara dua sujud
  7. Sujud kali kedua
  8. Duduk untuk tahiyyat akhir
  9. Memberi salam ke kanan dan ke kiri
  10. Setelah shalat dua rakaat, dilanjutkan dengan membaca doa istikharah yang diajarkan Nabi Muhammad saw sebagai berikut :

 

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ  هَذَا اْلأَمْرَ – (وَيُسَمَّى حَاجَتَهُ) خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ

artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepadaMu dengan ilmu pengetahuanMu dan aku mohon kekuasaanMu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaanMu. Aku mohon kepadaMu sesuatu dari anugerahMu Yang Maha Agung, sesungguhnya Engkau Mahakuasa, sedang aku tidak kuasa, Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahuinya dan Engkau adalah Maha Mengetahui hal yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (orang yang mempunyai hajat hendaknya menyebut persoalannya) lebih baik dalam agamaku, dan akibatnya terhadap diriku sukseskanlah untuk ku, mudahkan jalannya, kemudian berilah berkah. Akan tetapi apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini lebih berbahaya bagiku dalam agama, perekonomian dan akibatnya kepada diriku, maka singkirkan persoalan tersebut, dan jauhkan aku daripadanya, takdirkan kebaikan untuk ku di mana saja kebaikan itu berada, kemudian berilah kerelaan-Mu kepadaku.”

Setelah shalat istikharah, biasanya di dalam hati timbul rasa tenang dan mantap terhadap salah satu pilihan yang ada. Bisa juga hasil istikharah diketahui lewat mimpi, dengan isyarat dan simbol-simbol tertentu. Kalau masih ragu, istikharah dapat diulang dua atau tiga kali.

—-

Shalat Hajat

 

33. Apakah Shalat Hajat iitu?

Shalat Hajat adalah shalat sunah yang dilakukan karena ada suatu hajat atau keperluan, baik keperluan duniawi atau keperluan ukhrawi agar hajat dikabulkan Allah.

34. Bacakan dalil naqli tentang Shalat Hajat!

Firman Allah:

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِيْنَ

  artinya: Dan mintalah pertolonganlah ( kepada Allah) dengan sabar dan shalat”   ( Al Baqarah : 45 )

35. Cermatilah tata cara melaksanakan Shalat Hajat, kemudian coba praktikkan bersama kelompokmu !

Adapun tata cara pelaksananya yaitu sama dengan shalat saholat sunat yang lainya .

  1. Berniat shalat Hajat di dalam hati, jika diucapkan sebagai berukut:

 

اُصَلِّى سُنّـَةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰـهِ تَعَالى

               artinya: Sengaja aku shalat sunah hajat  2 rakaat karena Allah.

  1. Membaca doa Iftitah,
  2. Membaca surat Al Fatihah,
  3. Membaca salah satu surat/ayat al-Quran.
  4. Ruku’ sambil membaca Tasbih 3 kali
  5. I’tidal sambil membaca bacaannya
  6. Sujud yang pertama sambil membaca Tasbih 3 kali
  7. Duduk antara dua sujud sambil membaca bacaannya
  8. Sujud yang kedua sambil membaca Tasbih 3 kali
  9. setelah selesai rakaat pertama kemudian dilanjutkan rakaat kedua dan setelah sujud terakhir kemudian tasyahhud akhir dan diakhiri dengan salam.

 

 

Doa Setelalah Shalat Hajat

Setelalah Shalat sunnah hajat 2 rokaat kemudian membaca pujian kepada Alloh misalnya dengan memilih lafadz tahmid :

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰـهُ الْحَلِيْمُ الْكَرِيْمُ سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ الْحَمْدُ لِلّٰـهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ لاَ تَدَعْ لِى ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ وَلاَ حَاجَةً هِىَ لَكَ رِضًا إِلاَّ قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

artinya: Tiada ilah selain Allah yang Mahasantun lagi Mahamulia, Mahasuci Allah Tuhan ‘Arsy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Aku mohon kepadaMu hal-hal yang bisa mendatangkan rahmatMu, sebab-sebab datangnya ampunanMu, perlindungan dari segala noda, keuntungan dari segala kebajikan, dan keselamatan dari segala dosa. Janganlah Engkau sisakan dosa untukku kecuali Engkau telah mengampuninya, jangan sisakan kegalauan kecuali Engkau telah menghilangkannya, jangan sisakan hajat yang Engkau meridhainya kecuali Engkau telah menunaikannya, duhai Dzat yang paling pemurah.

—-

Sumber:

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014, Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti,Jakarta:.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014,Buku Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti,Jakarta.

http://www.hafizfirdaus.com/ebook/Solat%20sunat/10.htm

http://al-atsariyyah.com/pembahasan-lengkap-shalat-sunnah-rawatib.html